Mahal di Awal, Aman di Kemudian Hari: Pentingnya Pondasi Rumah di Tanah Rawa

Mahal di Awal, Aman di Kemudian Hari: Pentingnya Pondasi Rumah di Tanah Rawa

BANJARMASIN – Masyarakat yang membangun rumah di atas lahan rawa diingatkan untuk tidak mengabaikan kualitas pondasi. Meski membutuhkan biaya lebih besar pada tahap awal pembangunan, penggunaan pondasi yang sesuai dengan karakteristik tanah rawa dinilai jauh lebih aman dan ekonomis dibandingkan harus menanggung biaya perbaikan akibat kerusakan bangunan di kemudian hari.

Ketua Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) Kalimantan Selatan, Ir. Khuzaimi, mengatakan tanah rawa memiliki karakteristik khusus berupa daya dukung yang rendah dan kandungan air yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pembangunan rumah tidak bisa disamakan dengan pembangunan di atas tanah keras.

"Kesalahan yang sering terjadi adalah masyarakat hanya berfokus pada penghematan biaya pembangunan tanpa memperhitungkan kondisi tanah. Akibatnya, beberapa tahun kemudian bangunan mengalami penurunan, dinding retak, lantai bergelombang, bahkan struktur bangunan menjadi tidak stabil," ujarnya.

Menurut Khuzaimi, pondasi merupakan elemen terpenting dalam pembangunan rumah di kawasan rawa. Pondasi harus dirancang untuk mampu menahan beban bangunan sekaligus mengantisipasi pengaruh air dan pergerakan tanah yang dapat terjadi sepanjang umur bangunan.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik tanah rawa membuat proses penurunan tanah (settlement) lebih besar dibandingkan tanah yang padat. Karena itu, diperlukan perencanaan teknis yang matang, termasuk pemilihan jenis pondasi yang tepat sesuai hasil kajian kondisi tanah.

Selain pondasi, sistem drainase lingkungan juga harus menjadi perhatian. Drainase yang buruk dapat menyebabkan genangan dan mempercepat perubahan kondisi tanah di sekitar bangunan.

"Kita harus berpikir jangka panjang. Jangan hanya mempertimbangkan rumah berdiri hari ini, tetapi bagaimana bangunan itu tetap aman dan nyaman dihuni dalam puluhan tahun ke depan," katanya.

Di Kalimantan Selatan, pembangunan di atas lahan rawa bukan hal baru. Sejak dahulu masyarakat telah mengenal berbagai teknik konstruksi yang menyesuaikan kondisi alam setempat. Namun seiring berkembangnya pembangunan modern, penerapan standar teknis tetap menjadi faktor utama dalam menjamin keamanan bangunan.

Gatensi Kalsel mengimbau masyarakat yang berencana membangun rumah di kawasan rawa agar berkonsultasi dengan tenaga ahli atau praktisi konstruksi sebelum memulai pembangunan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari risiko kerusakan yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar di masa mendatang.

"Biaya pondasi yang baik memang terasa lebih mahal di awal, tetapi itu adalah investasi untuk keamanan bangunan. Jauh lebih murah membangun dengan benar sejak awal daripada memperbaiki kerusakan struktur setelah rumah ditempati," tegas Khuzaimi.

Dengan semakin tingginya kebutuhan hunian di wilayah Kalimantan Selatan yang didominasi lahan rawa, pemahaman terhadap teknik konstruksi yang tepat menjadi kunci agar pembangunan dapat berlangsung aman, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi penghuninya.
Lebih baru Lebih lama