Wisata Sungai Biuku Terbengkalai, Pemkot Banjarmasin Siapkan Revitalisasi Tahun Ini

Wisata Sungai Biuku Terbengkalai, Pemkot Banjarmasin Siapkan Revitalisasi Tahun Ini

BANJARMASIN – Kawasan wisata Sungai Biuku di Kota Banjarmasin yang sempat digadang-gadang sebagai destinasi unggulan berbasis konservasi kini dilaporkan dalam kondisi terbengkalai. Minimnya aktivitas pengelolaan serta kerusakan sejumlah fasilitas membuat kawasan tersebut nyaris tak lagi menarik kunjungan wisatawan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang sebelumnya menjadi penggerak utama kegiatan di kawasan itu sudah tidak lagi aktif. Akibatnya, berbagai fasilitas yang pernah dibangun tidak terurus dan mengalami kerusakan, termasuk area penangkaran biuku (kura-kura air tawar khas Kalimantan) yang dulu menjadi daya tarik utama.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kawasan Sungai Biuku memang memerlukan penataan ulang secara menyeluruh agar dapat kembali berfungsi sebagai destinasi wisata.

“Setelah dipantau di Sungai Biuku itu, pokdarwis sudah bubar, sehingga kawasan menjadi terbengkalai. Padahal di sana ada lahan dari Dinas Lingkungan Hidup yang cukup luas,” ujar Ibnu Sabil.

Ia mengungkapkan, sebelumnya kawasan tersebut sempat memiliki fasilitas penangkaran biuku permanen. Namun, fasilitas itu kini hilang akibat rusak diterjang banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Dulu ada tempat penangkaran biuku yang permanen, tapi sekarang hilang karena rusak akibat banjir,” tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disbudporapar telah menyusun perencanaan revitalisasi kawasan tersebut pada tahun ini. Salah satu fokus utama adalah pembangunan kembali fasilitas penangkaran biuku yang lebih representatif dan tahan terhadap kondisi lingkungan.

“Kami sudah melakukan perencanaan dan pembangunan tahun ini. Nantinya juga akan ditempatkan petugas langsung di sana agar pengelolaannya lebih terarah,” jelas Ibnu.

Ia juga menyinggung perubahan konsep pengembangan kawasan. Rencana awal menjadikan Sungai Biuku sebagai lokasi glamping (glamorous camping) dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Awalnya di sana itu rencana untuk tempat glamping, tapi tidak representatif. Jadi kami menarik kembali ke konsep awal, yaitu penguatan wisata berbasis biuku,” tegasnya.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali kawasan wisata Sungai Biuku, tetapi juga memperkuat upaya konservasi satwa lokal serta meningkatkan daya tarik wisata berbasis ekologi di Banjarmasin. Pemerintah pun menargetkan kawasan tersebut dapat kembali beroperasi secara bertahap setelah proses pembenahan rampung.
Lebih baru Lebih lama