Kajian Subuh di Masjid Muhammadiyah Sungai Miai: Amal Jadi Satu-satunya Bekal yang Kekal

Kajian Subuh di Masjid Muhammadiyah Sungai Miai: Amal Jadi Satu-satunya Bekal yang Kekal

BANJARMASIN – Kajian subuh yang digelar hari ini di Masjid Muhammadiyah Sungai Miai, Kota Banjarmasin, mengingatkan pentingnya menjaga amal perbuatan sebagai bekal utama dalam kehidupan setelah mati.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Husaini Sahlan menyampaikan bahwa setiap manusia pada akhirnya hanya akan “diiringi” oleh tiga hal ketika meninggal dunia, yakni keluarga, harta, dan amal. Namun, dua di antaranya tidak bersifat kekal.

“Keluarga akan kembali pulang setelah pemakaman, harta akan ditinggalkan. Yang tersisa hanyalah amal perbuatan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menekankan bahwa seluruh amal manusia akan dihisab dan mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya selama hidup. Tidak ada satu pun yang luput dari perhitungan, baik kebaikan maupun keburukan sekecil apa pun.

Menurutnya, pemahaman ini penting agar manusia tidak keliru memaknai kehidupan. “Hidup ini bukan sekadar menuju kematian, tetapi perjuangan menuju pertanggungjawaban,” tegasnya.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Husaini juga mengisahkan teladan Nabi Muhammad SAW yang pernah berhenti sejenak ketika melihat seseorang akan dikuburkan. Nabi kemudian mendoakan dan memohonkan ampun bagi orang yang meninggal tersebut.

Hal itu, lanjutnya, menunjukkan pentingnya doa bagi orang yang telah wafat serta kepedulian sesama Muslim terhadap saudaranya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan di alam kubur, yang akan menjadi penolong bukanlah harta atau kedudukan, melainkan kekuatan iman. Keteguhan iman pula yang akan menentukan kemampuan seseorang dalam menjawab pertanyaan malaikat.

Kajian subuh ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal yang tidak akan pernah hilang.
Lebih baru Lebih lama