BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menganggarkan sekitar Rp4 miliar untuk merevitalisasi Taman Jahri Saleh menjadi taman edukasi dan rekreasi. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Efendi, mengatakan saat ini pekerjaan masih dalam tahap lelang. Setelah proses tersebut selesai, pengerjaan fisik akan segera dimulai.
Revitalisasi meliputi pembangunan kolam renang anak, area bermain, panggung, serta kafetaria. Anggaran bersumber dari APBD Kota Banjarmasin tahun 2026.
“Masih tahap lelang. Jika sudah selesai, langsung kita kerjakan dan ditargetkan selesai tahun ini,” ujarnya.
Selain pembangunan fasilitas, DKP3 juga memproses perubahan nama taman. Hal ini menyesuaikan regulasi yang mensyaratkan taman satwa memiliki luas minimal dua hektare, sementara luas lahan yang tersedia sekitar 1,5 hektare.
Meski nantinya tidak lagi menggunakan istilah taman satwa, fungsi edukasi tetap dipertahankan. Pengelola akan tetap memelihara hewan yang tidak dilindungi sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak.
Taman tersebut juga akan dilengkapi dengan area edukasi bercocok tanam, termasuk pengenalan tanaman sayuran dan buah, sehingga tetap mengedepankan unsur pembelajaran selain rekreasi.
Yuliansyah menambahkan, penataan ulang kawasan juga mencakup perbaikan infrastruktur dasar seperti jalur pejalan kaki, sistem drainase, serta penambahan ruang terbuka hijau agar taman lebih tertata dan nyaman dikunjungi.
Ia berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik sebagai sarana rekreasi keluarga sekaligus tempat belajar luar ruang bagi anak-anak.
Dengan pembenahan tersebut, Pemko Banjarmasin menargetkan Taman Jahri Saleh menjadi salah satu alternatif destinasi rekreasi edukatif di tengah kota yang mudah diakses masyarakat. (Zahidi)
