Mengenal Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, dari Cita Rasa hingga Metode Seduh

Mengenal Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, dari Cita Rasa hingga Metode Seduh

BANJARMASIN – Kopi kini tidak hanya menjadi minuman untuk menemani aktivitas sehari-hari, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Kedai kopi dan coffee shop menjadi tempat yang banyak dipilih masyarakat, khususnya anak muda, untuk bersantai, berdiskusi, hingga menghabiskan waktu bersama teman.

Di balik popularitas tersebut, kopi memiliki beragam jenis dengan karakteristik yang berbeda. Dua jenis yang paling dikenal dan banyak dikonsumsi adalah kopi Robusta dan Arabika.

Pegiat kopi, Ibnu Anshari, Minggu (23/8/2026) mengatakan, Robusta dan Arabika memiliki perbedaan dari sisi cita rasa, karakter biji, kandungan kafein, hingga metode penyeduhannya.

"Robusta umumnya memiliki karakter rasa yang lebih kuat, pahit dan body yang lebih tebal. Kandungan kafeinnya juga cenderung lebih tinggi dibandingkan Arabika," ujar Ibnu.

Menurutnya, karakter tersebut membuat Robusta banyak digunakan sebagai bahan kopi tubruk, espresso maupun campuran berbagai minuman kopi, termasuk es kopi susu. Robusta juga relatif mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Arabika dikenal memiliki karakter cita rasa yang lebih kompleks. Selain rasa pahit, kopi jenis ini dapat menghadirkan sensasi asam, manis, fruity, floral, hingga berbagai karakter rasa lain yang dipengaruhi varietas, daerah asal, proses pascapanen dan metode pengolahan.

"Arabika biasanya lebih banyak dieksplorasi untuk mendapatkan karakter rasa tertentu. Karena itu, jenis ini cukup populer di coffee shop dan kalangan penikmat kopi yang ingin menikmati cita rasa yang lebih beragam," katanya.

Dari sisi penyajian, Robusta maupun Arabika sebenarnya dapat diseduh dengan berbagai metode. Robusta lazim digunakan untuk tubruk, espresso dan campuran minuman susu, sedangkan Arabika juga banyak disajikan menggunakan metode manual brew seperti V60, Aeropress dan cold brew untuk menonjolkan karakter rasa yang dimilikinya.

Ibnu menambahkan, pilihan antara Robusta dan Arabika pada akhirnya kembali kepada selera masing-masing penikmat kopi. Ia juga mengingatkan bahwa orang yang memiliki masalah lambung sebaiknya memperhatikan toleransi tubuh terhadap kopi dan tidak menjadikan salah satu jenis kopi sebagai pilihan yang otomatis aman tanpa mempertimbangkan kondisi masing-masing.

"Yang paling penting adalah mengenali karakter kopi dan menyesuaikannya dengan selera serta kondisi tubuh. Tidak semua orang memberikan respons yang sama terhadap kopi," ujarnya.

Menurut Ibnu, perkembangan budaya minum kopi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal asal-usul biji kopi, proses pengolahan, teknik roasting hingga metode penyeduhan. Hal tersebut membuat pengalaman menikmati kopi tidak lagi sekadar soal rasa pahit atau manis, tetapi juga memahami karakter yang ada di dalam setiap cangkir.

Dengan semakin banyaknya pilihan kopi dan metode penyeduhan, masyarakat kini dapat menikmati Robusta maupun Arabika sesuai preferensi masing-masing. Bagi penikmat kopi, perbedaan karakter kedua jenis tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri untuk terus mengeksplorasi cita rasa kopi.[ikmal]
Lebih baru Lebih lama