Revitalisasi Sungai Veteran Diklaim Tingkatkan Kapasitas Air hingga 4 Kali Lipat

Revitalisasi Sungai Veteran Diklaim Tingkatkan Kapasitas Air hingga 4 Kali Lipat


BANJARMASIN – Proyek revitalisasi Sungai Veteran di Kota Banjarmasin disebut tidak mempersempit alur sungai, melainkan justru meningkatkan kapasitas aliran air secara signifikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Dedi Supriyadi, terkait penataan sungai yang saat ini sedang berjalan.

Menurut Dedi, revitalisasi Sungai Veteran merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang bertujuan memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan, khususnya di Banjarmasin.

“Sungai Veteran tidak dipersempit. Justru setelah revitalisasi, kapasitas aliran airnya meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan revitalisasi, kondisi Sungai Veteran tidak seragam. Lebar sungai berkisar antara 3 hingga 11 meter dengan kedalaman hanya sekitar 0,5 sampai 1,5 meter. 

Kondisi tersebut membuat aliran air tidak optimal karena banyak bagian sungai yang dangkal.Setelah revitalisasi, lebar sungai dibuat lebih seragam yakni sekitar 8 meter dengan kedalaman mencapai 3,5 meter. 

Selain itu, tebing sungai juga diperkuat di sisi kanan dan kiri guna menjaga stabilitas struktur dan memperlancar aliran air.

“Dengan kedalaman yang lebih besar dan lebar yang seragam, kapasitas tampung air meningkat dan aliran menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan bahwa revitalisasi Sungai Veteran tidak hanya berupa pengerukan sungai, tetapi juga pembangunan berbagai infrastruktur pendukung pengendalian banjir.

Beberapa fasilitas yang dibangun antara lain jalan inspeksi di sepanjang sungai untuk memudahkan akses pemeliharaan, penggantian ratusan jembatan kecil milik warga, pembangunan pintu air pengendali banjir, serta pompa untuk membantu mempercepat pembuangan air saat terjadi genangan.

“Dengan sistem tersebut, genangan yang biasanya bertahan hingga tiga hari diharapkan bisa surut kurang dari setengah hari,” katanya.

Ia menambahkan, proyek ini juga telah memenuhi berbagai ketentuan lingkungan dan regulasi, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta aturan sempadan sungai perkotaan.

Meski demikian, Dedi mengakui bahwa genangan masih bisa terjadi dalam kondisi tertentu, terutama saat curah hujan ekstrem dan bersamaan dengan pasang air laut di Sungai Martapura.

“Jika pasang laut tinggi, aliran drainase otomatis tertahan. Itu faktor alam yang memang mempengaruhi sistem pengendalian banjir,” jelasnya.

Ke depan, penataan Sungai Veteran juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan kota berbasis sungai. Potensi yang disiapkan antara lain wisata perahu, taman kota di bantaran sungai, pencahayaan kawasan, serta koridor wisata air.

Proyek revitalisasi Sungai Veteran sendiri saat ini disebut telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.“Harapannya, selain mengurangi risiko banjir, kawasan ini juga bisa menjadi salah satu ikon wisata air baru di Kota Banjarmasin,” pungkas Dedi. (Zahidi)
Lebih baru Lebih lama