EO Tegas Awasi Jual Beli Lapak, Pedagang Pasar Wadai Ramadan 2026 di 0 KM Terancam Denda Rp5 Juta

EO Tegas Awasi Jual Beli Lapak, Pedagang Pasar Wadai Ramadan 2026 di 0 KM Terancam Denda Rp5 Juta


BANJARMASIN – Pelaksanaan Pasar Wadai Ramadan 2026 di kawasan Nol Kilometer (0 KM) Kota Banjarmasin dipastikan berlangsung dengan pengawasan ketat. Pihak Event Organizer (EO) menurunkan petugas khusus untuk mengantisipasi praktik jual beli lapak oleh pedagang yang telah terdaftar.

Koordinator EO Pasar Wadai Ramadan Kota Banjarmasin, Muhammad Budiansyah, menegaskan bahwa sebanyak 200 lapak yang disediakan diperuntukkan khusus bagi pedagang kuliner yang telah lolos seleksi dan verifikasi administrasi. Karena itu, lapak tidak boleh dipindahtangankan apalagi diperjualbelikan kepada pihak lain.

“Kami sudah menurunkan petugas khusus yang setiap hari berkeliling memantau aktivitas pedagang. Jika ditemukan adanya transaksi jual beli lapak, sanksinya tidak main-main, langsung dikenakan denda Rp5 juta,” tegas Budi.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin sejak hari pertama pembukaan. Petugas akan mencocokkan identitas pedagang dengan data pendaftaran untuk memastikan lapak ditempati oleh pemilik yang sah. Jika ditemukan pelanggaran, selain denda, EO juga tidak menutup kemungkinan pencabutan hak berjualan.

Budi juga memastikan seluruh persiapan teknis menjelang pembukaan resmi besok telah rampung. Penataan 200 lapak kuliner, pemasangan tenda, instalasi listrik, hingga pengaturan jalur pengunjung di kawasan 0 KM sudah selesai dikerjakan. Para pedagang pun telah mulai melakukan persiapan dagangan masing-masing.

“Alhamdulillah, persiapan sudah 100 persen. Besok tinggal pembukaan dan kami siap menyambut masyarakat yang ingin berburu takjil serta aneka kuliner khas Ramadan,” ujarnya.

Langkah tegas ini, lanjut Budi, merupakan bentuk komitmen penyelenggara bersama Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga ketertiban dan transparansi pelaksanaan Pasar Wadai Ramadan 2026. Ia menekankan bahwa pasar wadai merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal selama bulan suci Ramadan.

Dengan total 200 lapak kuliner yang terpusat di kawasan 0 KM, Pasar Wadai Ramadan 2026 diharapkan menjadi ruang usaha yang adil, tertib, dan profesional bagi para pedagang, sekaligus menjadi destinasi favorit masyarakat Banjarmasin selama bulan suci. (Zahidi)
Lebih baru Lebih lama